Total Pageviews

Monday, 16 February 2015

Uji Nikotin Buktikan Bahaya Rokok


Uji Nikotin Buktikan Bahaya Rokok

Uji Nikotin Buktikan Bahaya Rokok
Para siswi MTsN Teunom sedang membakar rokok, sambil memompa selang minyak, melakukan praktik uji nikotin menggunakan bahan yang sederhana.
Ternyata kampanye anti rokok dengan sangat mudah dilakukan sejak dini, tentu saja dengan cara membuktikan kepada pelajar tentang efek atau bahaya yang akan diterima dari kandungan sebatang rokok. Inovasi yang sederhana tersebut dilakukan oleh sebuah madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Aceh Jaya yaitu  MTsN Teunom yang terletak di Desa Panton Kecamatan Teunom. Mengapa tidak? teknik learning by doing (belajar sambil melakukan) dan learning by experiencing (belajar sambil mencari pengalaman) yang  diusung oleh para gurunya mampu menciptakan iklim positif yang penuh semangat dan bersekolah dengan senang.

Inovasi pembelajaran diperagakan oleh Bapak Ridwan, MA dengan merakit alat uji nikotin pada rokok dari pompa minyak dan botol bekas. Tujuan pembelajarannya adalah untuk memperlihatkan besarnya pengaruh nikotin dalam sebatang rokok  “Praktik baik ini memberikan pembuktian bahaya nikotin bagi tubuh manusia yang dapat berefek bagi kesehatan. Selain itu praktik yang baik ini juga merupakan media belajar yang efektif, inovatif, kreatif dan menyenangkan dengan memanfaatkan bahan bekas di sekitar lingkungan siswa sehingga dapat membiasakan siswa kreatif menguji ilmu dengan bahan sederhana,” jelas Pak Ridwan sang innovator.
Para siswapun bersiap merakit media uji nikotin. Bahan-bahannya terdiri dari 1 buah pompa minyak, 1 buah botol bekas air mineral, selang air ukuran 6 mm dengan panjang 60 cm,  5 batang rokok, 1 buah selotip bening, 1 buah gunting, beberapa cotton bud  dan sebuah lem perekat yang kuat serta beberapa gelas penampung sampel. “Bahan-bahan ini murah dan mudah didapat di daerah kami,” jelas Riska Agustina Putri salah seorang siswi yang sedang merakit alat peraganya.
Teknik merakitnya ialah dengan mencabut kedua selang standar pada pompa minyak, tentukan lidah penghisap dan pasanglah pemompa minyak pada selang. Selanjutnya penghisap dihubungkan dengan selang air berukuran 6 mm yang telah dimasukkan ke dalam botol dengan ukuran lubang 5 cm yang telah tertutup dengan  lem. Setelah itu, masukan selang air dari arah yang berbeda sampai ke pangkal botol, lanjutkan dengan memasukkan rokok pada ujung selang yang berbeda (ujung selang lidah penghisap). Kemudian lanjutkan lagi dengan membakar rokok sambil memompa pompa minyak dan lakukan berkali-kali sehingga menghabiskan 5 batang rokok.
Setelah 5 batang rokok habis terhisap oleh pemompa minyak maka terlihatlah perubahan warna pada botol mineral. “Wah…ternyata nikotin itu sangat berbahaya bagi tubuh manusia, botol mineral ini saja bisa berubah!” takjub Raudhatul Jannah yang melakukan praktik tersebut. Pak Ridwan berharap praktik yang dilakukan oleh siswanya ini mendapatkan manfaat langsung dengan apa yang mereka lihat dan rasakan sehari-hari. Terutama dalam menyadarkan orang di sekeliling mereka akan bahayanya rokok bagi tubuh manusia. “Diharapkan dari praktik yang baik ini siswa dapat memahami tar dan nikotin yang dikandungi oleh sebatang rokok. Nikotin pula yang merubah air mineral serta menimbulkan bau yang tidak sedap melekat di seluruh bagian bahan uji. Praktik ini menjadi bukti nyata bagi mereka tentang bahaya rokok. Tar yang merekat pada dinding botol dan air mineral yang menimbulkan bau dan berubah warna dengan mengibaratkannya sebagai tubuh manusia yang mengkonsumsi ratusan batang rokok dalam sebulan, ” jelas Pak Ridwan. Harapan Pak Ridwan tidak hanya sampai disitu, kampanye anti narkobapun dapat didengungkan dengan praktik baik ini. “Siswa sudah jelas melihat bahaya yang timbulkan oleh rokok. Apalagi jika yang masuk ke dalam tubuh manusia sejenis narkoba yang digunakan dengan menghisap narkoba tersebut, bukan saja bagi sirkulasi pernafasan, tetapi juga merusak syaraf pada otak,” tegas Pak Ridwan.
Terobosan inovasi pembelajaran yang unik dan menarik, bukan hanya merangsang siswa kreatif tetapi juga menantang mereka berkompetisi memamfaatkan bahan bekas menjadi media belajar yang relevan, menyenangkan dan mudah dijangkau oleh semua. “Semoga dengan praktik yang baik ini dapat merangsang eksperimen lainnya dalam tim cooperative learning di madrasah kami,” harap Pak Ridwan.

No comments:

Post a Comment

Apapun tanggapan anda silahkan tinggalkan pesan, kritik dan saran