Total Pageviews

Monday, 16 February 2015

Manfaatkan Corong Minyak Jadi Stetoskop


Manfaatkan Corong Minyak Jadi Stetoskop

Manfaatkan Corong Minyak Jadi Stetoskop
Siswa sedang mencoba menggunakan stetoskop buatannya untuk mengukur detak jantung temannya.
Aceh Jaya, Aceh - Corong minyak ternyata bisa menjadi media pembelajaran dan menumbuhkan semangat belajar bagi siswa. Ridwan, MA., salah seorang guru MTsN Teunom Aceh Jaya, membuktikannya. Dia merangkai corong minyak menjadi alat penghitung detak jantung atau stetoskop.
Media pembelajaran tersebut berbahan 1 corong minyak ukuran sedang, 30 cm selang air ukuran 6 mm, 30 cm selang air ukuran 5 mm, 1 selotip bening, gunting, dan lem perekat.
Cara merangkainya, potong selang 6 mm masing-masing berukuran 10 cm (2 selang). Selang pertama dilubangi 6 mm pada bagian tengah. Pada selang kedua, tambahkan lem secara merata pada ujung selang. Masukkan selang pertama sehingga berbentuk huruf  T. Hubungkan selang 6 mm dengan corong minyak dan diselotip dengan perekat hingga kuat (pastikan tidak ada kebocoran). Selanjutnya, hubungkan dengan selang 5 mm dan pastikan tertutup dengan rapat hinggga hampa udara. Stetoskop sudah bisa digunakan.
”Dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif, penggunaan alat peraga yang mudah dijangkau dan relevan bisa membantu meningkatkan pemahaman siswa,” jelas Ridwan. Dia menambahkan, merakit stetoskop bersama lebih memotivasi kreativitas siswa. Mereka pun bisa memperoleh penjelasan tentang bahan ramah lingkungan dan inovatif dalam bereksperimen.
”Kami dapat memahami perbandingan kontraksi dan relaksasi jantung dengan bereksperimen tentang tekanan sistol dan diastole. Masing-masing secara bergantian menghitung detak jantung teman yang sedang santai dan membandingkan jumlah detak jantung setelah beraktivitas dengan hitungan normal rata-rata 72 kali per menit,” kata Nazalia Asrita, salah seorang siswa.
Dia menuturkan, eksperimen ini dapat membangun kerja sama tim secara pembelajaran yang komparatif. Dengan begitu, siswa bisa menemukan hasil eksperimen sendiri dan memahami materi. (Tkm)

Tumbuhkan Minat Baca dengan Buku Kecil


Tumbuhkan Minat Baca dengan Buku Kecil

Ridwan, MA., Guru MTsN Teunom, Kabupaten Aceh Jaya

Tumbuhkan Minat Baca dengan Buku Kecil
Siswa saling berbagi informasi dari buku kecil hasil karyanya. Foto lainnya dapat dilihat pada kolom "Galeri Foto" (MTsN Teunom Aceh Jaya I, 1 Juli 2014, Sri Wahyuni)
Para siswa saya di MTsN Teunom Aceh Jaya tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya dengan hasil karya yang telah mereka hasilkan. Buku kecil yang berbentuk buku saku unik tersebut didisain secara sederhana dan  kreatif. Buku kecil itu berisikan tulisan hasil eksplorasi mereka memanfaatkan sumber-sumber informasi. Banyak yang beranggapan bahwa untuk menumbuhkan minat baca/budaya baca dan keingintahuan siswa harus dilakukan di suatu ruangan besar dimana tersusun rapi buku-buku dengan judul yang banyak (baca: perpustakaan) tetapi saya mencoba menumbuhkan minat baca sambil bereksplorasi menciptakan sebuah buku kecil. Hasilnya, siswa dapat menunjukkan pembelajaran yang aktif dengan menggali, mengorganisasi dan mengkomunikasikan informasi kepada pembaca lain melalui buku kecil yang dibuatnya.
Ide ini saya peroleh sekembali dari Pelatihan untuk Pelatih Modul 2 Tingkat Nasional yang berkaitan dengan budaya baca dan literasi. Dengan ide ini saya mengajak siswa untuk berpikir lepas dan menantang mereka untuk menulis. Tujuannya, memanfaatkan sumber informasi yang ada (surat kabar, majalah, internet, buku bahkan hasil wawancara) menjadi sesuatu sumber yang menarik dan menantang sehingga dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif dan berinovasi dalam menulis dengan menggunakan gaya bahasa dan bahan yang sederhana. Ide ini juga dapat memecahkan masalah kekurangan buku bacaan di dalam kelas.
Bahan yang digunakan antara lain; kertas buku atau kertas kwarto yang dipotong2 sesuai dengan kebutuhan (ukuran buku), gunting dan kulit buku, karton atau platik bekas yang akan dijadikan sebagai cover buku.
Langkah kegiatannya: 1) Guru memberikan informasi kepada siswa untuk membaca dan mencari literasi buku dengan tema apa saja, 2) Memudahkan siswa untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber, 3) Siswa menyiapkan buku kecil/saku mereka dengan bentuk dan warna yang mereka sukai, 4) Dalam sesi pembelajaran, siswa menuliskan informasi penting yang berkaitan dengan tema yang mereka senangi dan disampaikan kepada teman-temannya melalui tulisan yang telah mereka buat, 5) Cover buku bertuliskan judul yang dapat menimbulkan keinginan orang untuk membacanya (misalnya:  22 Satwa Air Tawar dan Catatan Angka Rahasia Dalam Matematika), 6) Halaman belakang dicantumkan nama penulis dan komentar pembaca, 7) Saling menukarkan buku untuk dibaca oleh siswa lainnya sehingga informasi tersebarkan kepada teman lainnya dan akan menjadi milik pustaka kelas.
Hasilnya memang luar biasa. Para siswa merespon dengan sangat antusias. Selain mudah dibawa dan dibaca, praktik yang baik ini juga dapat menumbuhkan budaya baca/minat baca bagi siswa dan melatih kecakapan menulis serta menggali informasi yang dianggap penting dalam suatu  permasalahan yang diungkapkan dalam bentuk /gaya tulisan yang unik. Selain itu kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan informasi kepada siswa lain melalui tulisan yang unik dan menarik. Salah seorang siswa saya merasa lebih tertantang untuk mengali informasi dan keingginanya untuk membaca (mengali informasi melalui sumber bacaan) menjadi meningkat, “Saya sangat senang bisa membuat buku saku ini, sehinga bisa dibaca dan memberikan informasi kepada teman-teman berdasarkan pemahaman dan tulisan saya sendiri. Pembelajaran ini juga membuat saya lebih tertantang lagi untuk mencari dan menggali informasi yang lebih banyak sehingga dapat saya jadikan refensi bahan tulisan berikutnya,” kata Putri linda siswi kelas VIII MTsN Teunom Kabupaten Aceh Jaya.

Kadis Pendidikan dan Kakanwil Kemenag Aceh Tantang Fasda Hidupkan MGMP


Kadis Pendidikan dan Kakanwil Kemenag Aceh Tantang Fasda Hidupkan MGMP

Pelatihan untuk Pelatih Modul 2 tingkat SMP/MTs dari Kabupaten Aceh Jaya dan Bener Meriah

Kadis Pendidikan dan Kakanwil Kemenag Aceh Tantang Fasda Hidupkan MGMP
Peserta ToT SMP Modul 2 Kohor 1 memperlihatkan hasil karya kelompok mereka. (Aceh, 4 Juni 2014. Teuku Meldi)
Fasilitator daerah yang telah dilatih oleh USAID PRIORITAS diharapkan dapat menjadi pelopor penggerak aktifnya MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) di kabupaten. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Drs. Anas M. Adam, M.Pd di hadapan fasilitator daerah kohor 1 saat membuka Pelatihan untuk Pelatih Modul 2 jenjang SMP/MTs di Banda Aceh (3/6).
“Saya mengajak para fasilitator yang sudah dilatih oleh USAID PRIORITAS dapat menjadi pengerak untuk aktifnya MGMP di wilayah saudara. Walaupun saat ini kegiatan di MGMP sudah sedikit berjalan,” pinta Pak Anas. Provinsi Aceh sendiri sudah mengalokasikan sejumlah dana untuk MGMP guna meningkatkan mutu pendidikan, akan tetapi Kadisdik mengingatkan bahwa mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi saja. “Bagaimanapun juga mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab provinsi, kabupaten/kota juga harus mendukungnya dan yang menjadi kunci suksesnya adalah para guru, kepala sekolah dan pengawas,” jelas PakAnas.
Senada dengan Kadisdik, Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. Ibnu Sa’adan M.Pd mengharapkan MGMP dapat meningkatkan keakraban sesama guru dan kepala madrasah/sekolah yang akan berdampak kepada siswa. “Melalui MGMP kita membina ukhwah keakraban antar guru dan antar kepala yang akan berdampak kepada keakraban guru/kepala dengan siswa,” katanya.
Kedua pemangku kepentingan bidang pendidikan tersebut sepakat peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari unit-unit pelatihan sekolah seperti MGMP untuk mendorong percepatan peningkatan mutu pendidikan dan implementasi Kurikulum 2013.

Siaga Bencana dengan Simulasi Gunung Api


Siaga Bencana dengan Simulasi Gunung Api

Siaga Bencana dengan Simulasi Gunung Api
Siswi MTsN Teunom Aceh Jaya memperagakan simulasi letusan gunung berapi dengan media pembelajaran yang dibuatnya.
Aceh Jaya, Aceh. Cut Rika Ramadhani menuangkan asam cuka dalam sebuah selang yang terhubung dengan pompa dan sebuah alat peraga di hadapannya. Teman-teman kelompoknya ikut membantu menuangkan soda dan pewarna dalam sebuah lubang pada alat peraga yang berbentuk puncak gunung. Selanjutnya asam cuka dipompa sehingga mengeluarkan cairan merah.
Alat peraga yang mereka rancang bersama tersebut bernama “Simulasi Gunung Berapi” yang menghasilkan magma (lahar merah) pada lereng pegunungan. Ridwan, MA  yang membimbing siswa MTsN Teunom Aceh Jaya tersebut berharap dengan menggunakan alat peraga ini siswa dapat memahami proses letusan gunung berapi.
“Dengan simulasi ini siswa lebih paham proses gunung berapi karena kita tidak mungkin membawa siswa pada situasi nyata apalagi saat terjadinya ledakan gunung berapi,” jelas Ridwan.
Selain memahami letusan sebuah gunung, siswa juga diajak memahami jalur evakuasi, cara pengungsian yang benar dan tempat pertemuan (berkumpul) jika terjadi bencana, oleh karena itu alat peraga yang mereka buat bersama dari kartun dan busa bekas tersebut juga memperlihatkan hamparan jalan, sekolah, rumah penduduk, pepohonan dan persawahan.  “Dengan memperhatikan arah angin dan magma soda yang keluar dari alat peraga gunung berapi, kami juga dapat mempelajari jalur evakuasi dan tempat berkumpul yang benar saat terjadinya bencana. Selain itu, kami juga mengetahui radius yang aman untuk mengungsi dan bersiaga saat terjadinya bencana gunung berapi,” jelas Rika.

Menumbuhkan Minat Baca dengan Pustaka Kelas


Menumbuhkan Minat Baca dengan Pustaka Kelas

Menumbuhkan Minat Baca dengan Pustaka Kelas
Para siswa dengan tekun membaca di dalam kelas, menunggu kehadiran guru.
Pagi itu, udara dingin yang menyelimuti dataran tinggi Gayo tidak memudarkan semangat siswa MTs Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Jam pelajaran belum berlangsung, tetapi siswa sudah mulai berada di kelas sambil membaca dan menunggu sang guru. Beberapa anak mengambil buku di atas rak buku yang terletak pada bagian belakang di dalam kelas, sementara siswa lainnya sudah mulai membaca di meja masing-masing. Kedisiplinan tersebut tercipta dari kebiasaan sehingga membiasakan siswa membaca. Kepala MTs Simpang Tiga, Masdi S.Pd yang juga fasilitator daerah (Fasda) USAID PRIORITAS,  menjelaskan bahwa dengan membentuk pustaka kelas beberapa bulan lalu, maka minat baca siswa di Madrasah tersebut mulai tumbuh, “Dari amatan kami, pustaka yang kita sediakan pada setiap kelas telah meningkatkan minat membaca kepada siswa, selain itu akses ke buku juga dekat,” jelas pak Masdi.
Ternyata tidak hanya pustaka kelas, di dalam kelas juga tersedia 2 perangkat komputer dan printer, “Komputer dan printer yang kami sediakan di kelas adalah untuk mendukung ketersediaan buku cetak yang terbatas. Di dalam komputer, telah kami simpan buku digital dan bahan-bahan pembelajaran lainnya, dengan mudah siswa bisa mencari dan mencetak bahan belajar jika mereka butuhkan,” jelas pak Masdi lagi.  Para siswapun merasa senang dengan adanya pustaka kelas tersebut, “Kami bisa memanfaatkan waktu dengan membaca dan belajar sendiri jika guru berhalangan atau terlambat masuk kelas. Selain itu, dengan adanya buku, komputer dan printer di kelas, kami dapat membaca, melihat  dan mencetak berbagai bahan pembelajaran,” ungkap Nia Simeherti, siswi kelas 3.
Senada dengan Nia, Rezeki Riyah Putri menimpali tentang kekurangan buku di pustaka kelasnya. “Pustaka kelas sangat bermanfaat bagi kami, tetapi perlu adanya penambahan jumlah dan ragam buku untuk menambah referensi kami,” jelas Rezeki.
Menanggapi hal tersebut, Kepala MTs Simpang Tiga mengakui kekurangan buku dan berharap secara bertahap akan terpenuhi, oleh karena itu salah satu alternatifnya ialah menyediakan pustaka digital di dalam kelas. Pak Masdi juga terus berupaya untuk kemajuan madrasahnya, salah satunya dengan menyediaan proyektor di setiap ruangan belajar sehingga siswa dapat belajar dengan berbasis IT dan perencanaan bekerjasama dengan penyedia layanan komunikasi untuk dapat digunakan oleh orang tua dalam mengawasi anaknya, “Kami sedang merancang agar orang tua mudah mengawasi anaknya dengan cara menggunakan handphone. Misalnya jika orang tua ingin mengetahui kehadiran dan nilai ujian anak, maka bisa menghubungi nomer layanan yang sudah ditetapkan oleh layanan seluler,” jelas pak Masdi.

Uji Nikotin Buktikan Bahaya Rokok


Uji Nikotin Buktikan Bahaya Rokok

Uji Nikotin Buktikan Bahaya Rokok
Para siswi MTsN Teunom sedang membakar rokok, sambil memompa selang minyak, melakukan praktik uji nikotin menggunakan bahan yang sederhana.
Ternyata kampanye anti rokok dengan sangat mudah dilakukan sejak dini, tentu saja dengan cara membuktikan kepada pelajar tentang efek atau bahaya yang akan diterima dari kandungan sebatang rokok. Inovasi yang sederhana tersebut dilakukan oleh sebuah madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Aceh Jaya yaitu  MTsN Teunom yang terletak di Desa Panton Kecamatan Teunom. Mengapa tidak? teknik learning by doing (belajar sambil melakukan) dan learning by experiencing (belajar sambil mencari pengalaman) yang  diusung oleh para gurunya mampu menciptakan iklim positif yang penuh semangat dan bersekolah dengan senang.

Inovasi pembelajaran diperagakan oleh Bapak Ridwan, MA dengan merakit alat uji nikotin pada rokok dari pompa minyak dan botol bekas. Tujuan pembelajarannya adalah untuk memperlihatkan besarnya pengaruh nikotin dalam sebatang rokok  “Praktik baik ini memberikan pembuktian bahaya nikotin bagi tubuh manusia yang dapat berefek bagi kesehatan. Selain itu praktik yang baik ini juga merupakan media belajar yang efektif, inovatif, kreatif dan menyenangkan dengan memanfaatkan bahan bekas di sekitar lingkungan siswa sehingga dapat membiasakan siswa kreatif menguji ilmu dengan bahan sederhana,” jelas Pak Ridwan sang innovator.
Para siswapun bersiap merakit media uji nikotin. Bahan-bahannya terdiri dari 1 buah pompa minyak, 1 buah botol bekas air mineral, selang air ukuran 6 mm dengan panjang 60 cm,  5 batang rokok, 1 buah selotip bening, 1 buah gunting, beberapa cotton bud  dan sebuah lem perekat yang kuat serta beberapa gelas penampung sampel. “Bahan-bahan ini murah dan mudah didapat di daerah kami,” jelas Riska Agustina Putri salah seorang siswi yang sedang merakit alat peraganya.
Teknik merakitnya ialah dengan mencabut kedua selang standar pada pompa minyak, tentukan lidah penghisap dan pasanglah pemompa minyak pada selang. Selanjutnya penghisap dihubungkan dengan selang air berukuran 6 mm yang telah dimasukkan ke dalam botol dengan ukuran lubang 5 cm yang telah tertutup dengan  lem. Setelah itu, masukan selang air dari arah yang berbeda sampai ke pangkal botol, lanjutkan dengan memasukkan rokok pada ujung selang yang berbeda (ujung selang lidah penghisap). Kemudian lanjutkan lagi dengan membakar rokok sambil memompa pompa minyak dan lakukan berkali-kali sehingga menghabiskan 5 batang rokok.
Setelah 5 batang rokok habis terhisap oleh pemompa minyak maka terlihatlah perubahan warna pada botol mineral. “Wah…ternyata nikotin itu sangat berbahaya bagi tubuh manusia, botol mineral ini saja bisa berubah!” takjub Raudhatul Jannah yang melakukan praktik tersebut. Pak Ridwan berharap praktik yang dilakukan oleh siswanya ini mendapatkan manfaat langsung dengan apa yang mereka lihat dan rasakan sehari-hari. Terutama dalam menyadarkan orang di sekeliling mereka akan bahayanya rokok bagi tubuh manusia. “Diharapkan dari praktik yang baik ini siswa dapat memahami tar dan nikotin yang dikandungi oleh sebatang rokok. Nikotin pula yang merubah air mineral serta menimbulkan bau yang tidak sedap melekat di seluruh bagian bahan uji. Praktik ini menjadi bukti nyata bagi mereka tentang bahaya rokok. Tar yang merekat pada dinding botol dan air mineral yang menimbulkan bau dan berubah warna dengan mengibaratkannya sebagai tubuh manusia yang mengkonsumsi ratusan batang rokok dalam sebulan, ” jelas Pak Ridwan. Harapan Pak Ridwan tidak hanya sampai disitu, kampanye anti narkobapun dapat didengungkan dengan praktik baik ini. “Siswa sudah jelas melihat bahaya yang timbulkan oleh rokok. Apalagi jika yang masuk ke dalam tubuh manusia sejenis narkoba yang digunakan dengan menghisap narkoba tersebut, bukan saja bagi sirkulasi pernafasan, tetapi juga merusak syaraf pada otak,” tegas Pak Ridwan.
Terobosan inovasi pembelajaran yang unik dan menarik, bukan hanya merangsang siswa kreatif tetapi juga menantang mereka berkompetisi memamfaatkan bahan bekas menjadi media belajar yang relevan, menyenangkan dan mudah dijangkau oleh semua. “Semoga dengan praktik yang baik ini dapat merangsang eksperimen lainnya dalam tim cooperative learning di madrasah kami,” harap Pak Ridwan.

Magic Circle, Mengubah Pembelajaran IPS Menjadi Luar Biasa


Magic Circle, Mengubah Pembelajaran IPS Menjadi Luar Biasa

Andi Fadllan, UIN Walisongo Semarang

Magic Circle, Mengubah Pembelajaran IPS Menjadi Luar Biasa
Guru sedang memberikan penguatan dan membuat kesimpulan bersama siswa.
SEMARANG, JAWA TENGAH – Pembelajaran IPS biasanya dilakukan dengan ala kadarnya, minim media, dan tidak ada variasi dalam strategi pembelajaran. Guru lebih mendorong siswa untuk menghafal materi yang sangat banyak sehingga kreativitas siswa tidak berkembang. Namun, kondisi tersebut tidak lagi terlihat dalam pembelajaran IPS di MTs Negeri 2 Semarang yang saya dampingi. Pembelajaran IPS oleh Siti Aminah SPd memunculkan suasana baru yang berbeda dari biasanya, bahkan dapat dikatakan luar biasa.
Pada awal pembelajaran, Bu Aminah menyampaikan apersepsi dan motivasi melalui penayangan gambar-gambar kegiatan ekonomi penduduk di pedesaan dan perkotaan. Siswa diajak untuk memahami kegiatan-kegiatan ekonomi tersebut secara singkat. Guru juga meminta siswa untuk memberikan contoh kegiatan ekonomi lain di daerah tempat tinggalnya. Beberapa siswa berhasil memberikan contoh kegiatan ekonomi seperti jual beli ikan dan hasil laut. Hal ini ternyata tidak lepas dari lingkungan keseharian mereka yang mayoritas hidup di daerah pantai.
Langkah berikutnya, Bu Aminah memberikan tugas kepada siswa untuk mendiskusikan jenis-jenis kegiatan ekonomi penduduk dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Siswa dibagi ke dalam delapan kelompok dengan anggota kelompok 3-4 orang. Tempat duduk ditata sedemikian rupa hingga memungkinkan seluruh anggota kelompok dapat saling berdiskusi dengan mudah.
Posisi tempat duduk siswa saat berkelompok.

Masing-masing kelompok memperoleh tugas untuk mendiskusikan jenis-jenis kegiatan ekonomi penduduk dengan pembagian materi kegiatan ekonomi pertanian (kelompok 1), perikanan (kelompok 2), perdagangan (3), peternakan (4), kehutanan (kelompok 5), pariwisata (kelompok 6), pertambangan (kelompok 7), dan perdagangan dan jasa (kelompok 8). Guna membantu siswa dalam kegiatan diskusi, Bu Aminah memberikan lembar kegiatan siswa (LKS) kepada masing-masing kelompok.
Salah satu kelompok bekerjasama mengerjakan tugas.

Hasil diskusi kelompok kemudian dipresentasikan di depan kelas secara bergantian oleh perwakilan kelompok. Agar lebih menarik, Bu Aminah menggunakan magic circle. Media pembelajaran ini berupa spin roda yang terbuat dari gabus stirofom atau kertas kardus bekas. Magic circle dilengkapi dengan gambar dan tulisan berbagai jenis kegiatan ekonomi yang dipelajari. Dalam penerapannya, Bu Aminah secara acak meminta salah satu siswa memutar magic circle untuk menentukan kelompok yang akan mempresentasikan hasil diskusinya. Jika jarum magic circle menunjuk materi yang telah dipresentasikan, siswa harus memutar kembali magic circle agar diperoleh materi yang belum dipresentasikan. Begitu seterusnya.
Salah seorang siswa sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.

Setelah siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, Bu Aminah memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya atau memberikan tanggapan sehingga terjadi diskusi klasikal dengan Bu Aminah sebagai moderatornya. Di akhir pembelajaran, ia memberikan penguatan hasil diskusi kelompok menggunakan magic circle. Pertanyaan-pertanyaan dan tanggapan siswa yang belum terpecahkan dalam diskusi klasikal diberikan penguatan oleh Bu Aminah sekaligus sebagai bahan penarikan kesimpulan bersama.

USAID Prioritas Ramaikan Pekan Kreatifitas di Aceh Jaya



Aceh Jaya, Aceh – Untuk mendorong siswa belajar berkarya dan menciptakan hal baru serta lebih berani berkreasi pada di tingkat kecamatan dan kabupaten, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya menggelar “Pekan Kreativitas Pendidikan Aceh Jaya” yang diikuti siswa SD, SMP, SMA, dan SMK, termasuk MGMP. Selama 4 hari (16-19/12) USAID PRIORITAS turut serta meramaikan kegiatan tersebut.
Stan USAID PRIORITAS mendapat dukungan penuh dari sekolah mitranya di Aceh Jaya. Mereka menampilkan media pembelajaran bagi guru dan siswa yang merupakan hasil dari pelatihan modul I dan II,  alat deteksi banjir, alat deteksi tsunami, media pembelajaran ular tangga, media pembelajaran kura-kura pintar,media pembelajaran  alat keseimbangan, media pembelajaran perkalian bagi siswa kelas awal, serta beberapa media pembelajaran lainnya. Termasuk, buku kecil siswa MTsN Teunom.
Selain itu, ditampilkan juga  permainan tebak tanggal lahir dan area sudut baca. Permainan pembelajaran tematis matematika “Tebak Tanggal Lahir” dilakukan oleh Reza, siswa SDN 4 Calang, yang dibimbing oleh fasda USAID PRIORITAS Fauzi Ansari, S.Pd. Permainan pembelajaran ini mendapat perhatian khusus dari bupati, dandim, kepala dinas pendidikan, dan MPD saat mengunjungi stan USAID PRIORITAS. “Bravo buat Reza yang berhasil menebak tanggal lahir saya,” komentar singkat bupati.
Sementara itu Majelis Pendidikan Daerah Aceh Jaya merespons positif upaya para fasda dan sekolah mitra USAID PRIORITAS. “Media yang ditampilkan sangat sangat  menarik walaupun dibuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana. Inilah yang diperlukan oleh para guru dan siswa di Aceh Jaya saat ini. Untuk apa kita buat media yang mahal tetapi tidak menarik bagi siswa? Hal yang patut dicontoh sehingga guru dan siswa kreatif serta  tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Cukup dengan bahan yang sederhana dan mudah didapat, bisa kita ciptakan media pembelajaran yang bagus dan menarik,” kata Teungku Jailani SE.
Sementara itu, area sudut baca menampilkan buku bacaan SD dari sekolah mitra USAID dan buku kecil hasil karya siswa MTsN Teunom. Tujuannya, memperlihatkan budaya baca yang sedang dikembangkan oleh sekolah mitra. ”Berawal dari sekolah mitra, kami ingin menyebarkan praktik yang baik tentang budaya membaca kepada semua sekolah  di Aceh Jaya. Salah satunya, konsep membaca tidak hanya dilakukan di dalam ruangan tertutup seperti pustaka, tetapi juga bisa dilaksanakan di luar ruangan  atau alam terbuka dengan konsep yang sederhana dan menarik,” jelas Sri Wahyuni, koordinator USAID PRIORITAS Kabupaten Aceh Jaya.
Banyak kreativitas lainnya yang ditampilkan pada stan USAID PRIORIAS seperti “Area Kuis” yang berkaitan dengan pembelajaran. Misalnya, media pembelajaran bahasa Indonesia  untuk menyusun pantun. Pantun disusun secara acak, kemudian pengunjung (terutama siswa) diminta menyusun kembali pantun secara benar. “Galeri foto-foto kegiatan guru dan kepala sekolah pada saat pelatihan, galeri praktik yang baik, dan galeri budaya baca di sekolah mitra diharapkan dapat  membuat pengunjung terinspirasi untuk mengembangkannya di sekolah mereka,” harap Sri Wahyuni.

Usia Madya Bukan Alasan Meriahkan Pelatihan Modul II 8 SMP/MTs Binaan USAID Prioritas di Aceh Barat Daya "Kota Breuh Siguepai"



Usia Madya Bukan Alasan Meriahkan Pelatihan Modul II 8 SMP/MTs Binaan USAID Prioritas di Aceh Barat Daya "Kota Breuh Siguepai"





Lucunya ketika Fasda Agus Suriadi, S.Pd dan Erdiwar, M.Pd. membunyikan peluit tanda selesai, namun Bapak Firdaus, S.Pd (57 th) dan Zulmin Syah, S.Pd (53 th) masih belum mengurung niat kerja untuk menyelaikan tugas kelompok SMPN 2 Blang Pidie.

Sedangkan SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Susoh, berikutnya SMP Tunas Nusa didominasi para muda-mudi dewasa yang sangat enerjig dan berpenampilan menarik sehingga tidak juga menjadi nomor dua melihat kreasi mereka penuh warna-warni dan fariasi tanpa sensasi karena mereka memang membawa barang asli apa saja yang telah mereka lakukan sebagai tindak lanjut pelatihan modul 1 walau harus melalui program desiminasi.

SMPN 1 Blang Pidie, dan MTsN Susohpun tidak mahu kalah meskipun harus bersimplah di lantai aula Arena Motel Kota penghasil Pala. MTsN Blang Pidiepun ikut berimbang meriahkan forum ini dan selalu siap sedia menjadi sang juara tanpa tanda jasa dan tanpa piala.
Sesi kunjung karyapun berlangsung meriah meskipun mereka bukan peserta dari Kabupaten Benermeriah, para peserta tidak seorangpun yang ketinggalan kereta tanpa kuda, menuju pada pajangan sekolah sasarannya sesuai dengan nomor urut petunjuk kunjangan yang diberikan oleh Fasda Blang Pidie.
presentasipun berapi-api, penanyapun bertubi-tubi, sesi demi sesi bergema dengan diskusi dan para peserta larut dalam wadah mencari dan memberi informasi. diskusi kali ini berbeda pada biasanya karena ini sangat hangat karena para usia madya bekerja sangat dahsyat sehingga suasana semakin hangat dan sesekali para peserta dan fasda mengelap keringat ibarat panasnya para penikmat sambal terasi cabe terpedas hasil kota Fajar Blang Pidie.
 15 fasda garda reformasi pendidikan bernilai kreatifitas tinggi dan thema bartanya tingkat tinggipun menjadi santapan ibarat durian walau sulit dikupas tetapi nikmat rasanya dan sangat khas harumnya. para fasda siap serang kapansaja dengan berbagai strategi dan posisi, namun tidak kalah juga mereka menghadirkan fasilitator Provinsi Aceh hingga berita ini diturunkan atasnama Ridwan, MA dan Rahmat Hastiono, S,Pd (Red. Ridwan)

Sekolah Efektif Guru Kreatif Kepala sekolah Arif


Kembangkan Sekolah Kita wahai Fasda dan Guru Bangsa
  
 Perubahan apa yang paling baik dilakukan guru? jawabannya adalah perubahan apa saja yang baik yang dapat dilakukan, karena apapun teori dan konsep sehebat apapun tidaka akan merubah sekolah kalau kita tidak melakukannya dari sekarang, dari yang kecil, dari apa saja dan dari siapa saja, guru harus bergerak walau hanya dengan satu-satu langkah yang penting terus melangkah maju.
  Sekolah maju bukanlah berpatokan pada letak madrasah di pusat kota atau fasilitas lengkap, karena ini adalah ciri khas dari sekolah modern. Sekolah maju adalah sekolah yang mampu menciptakan siswa/i siap tampil dimana-mana, kapan saja dan bidang apa saja sesuai dengan nama sekolah, daerah, budaya dan agama. 
Oleh karena itu orang besar yang menganggap kecil masalah penyaluran bakat minat anak kecil adalah salah besar!. Ironisnya lagi jika penyelenggara pendidikan mempercundang dalih letak madrasah di desa tidak bisa maju sebagaimana madrasah lain di kota. Penyelenggara pendidikan hendaklah ke depan mampu mengimbangi dan memfasilitasi serta memotivasi bakat minat siswa/i yang telah terdeteksi berpotensi besar untuk kemajuan sekolah pada tingkat kabupaten. Oleh karena itu keseriusan penyelenggara pendidikan terhadap proses pembelajaran intra kutrikuler dan kegiatan ekstra kurikuler sebagai ajang mengukir intelegensi siswa, mengembangkan bakat minat dan melatih lefe Skill (kemahiran hidup) generasi bangsa di masa depan harus diutamakan.  
Learning by doing (belajar sambil melakukan) dan learning by axperiencing (belajar sambil menrcari pengalaman) dapat menciptakan iklim positif penuh semangat senang di sekolah dan bersekolah dengan senang. Setiap siswa memiliki talenta istimewa yang berbeda-beda, hal ini merupakan gerbang yang terbuka lebar untuk sekolah harus maju tak gentar mengorbit semua siswa/i yang sangat berbakat. 
Bakat mereka yang terpendam dapat ditampilkan di mana saja dan kapan saja, jika para guru dapat mengukir dan mengasahnya. Bakat terpendam tak layak untuk dibiarkan atau diabaikan begitu saja tanpa kita menyediakan ifent dan ajang-ajang menantang yang menyenangkan untuk dapat mereka temukan dan kembangkan bakat minatnya dalam kegiatan intra dan ekstra. Kegiatan ekstra telah terbukti dapat meminimalisir kenakalan remaja dan mencegah masalah nasional tentang narkoba, karena dengan kegiatan ekstra mempersempit gerak bebas tanpa batas dan menyalurkan bakat minat mereka sehingga jiwa dan kemampuan mereka dapat berkembang dengan baik dan seimbang. 
Bakat remaja yang tidak tersalur tidak boleh dianggap biasa saja karena tanpa kepedulian dan kebijaksanaan tak segan-segan mereka salah mengambil tindakan. Menurut Prof. Dr. Tombak Alam, dalam bukunya "Keluargaku Syurgaku" "–jangan remehkan kentut telegu yang kecil kerana dia bisa membuat seekor gajah kapok...". Jeritan pilu penuh harap anak-anak desa ujung dunia, siapa yang mahu mendengarnya? kalau bukan kita para guru dan orang tua. Hari demi hari diharapkan kita lebih iklas dan mengarah kepada aksi plus dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan merancang secara sungguh-sungguh pembelajaran yang dinamis, efektif dan efesien dalam usaha mengembangkan proses pembelajaran, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, bimbingan dan pelayanan prima, penyaluran bakat minat, pengembangan diri dan evaluasi pendidikan. 
Rancangan pembelajaran ekstra harus mengacu kepada Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dengan mengedepankan jalinan rasa simpati dan saling pengertian untuk menarik perhatian dan keterlibatan peserta dengan pola belajar sambil bermain. Jalinan rasa simpati dan pengertian yang tulus merupakan jembatan menuju pembelajaran yang bergairah dan menyenangkan dengan bahasa hati bisa memasuki dunia siswa, membaca bakat minat mereka, membina hubungan edukation, mengelola kelas dengan indah dan dapat belajar dengan penuh gairah. -Karena sejauh mana guru memasuki dunia siswa, sejauh itu pula pengaruh guru bagi kehidupan siswa. 
sekurang-kurangnya guru dapat mempertimbangkan landasan teori dari tulisan Quantum Learning dan Quantum Teaching,  yang mencakup aspek-aspek penting dalam programnew linguistics dan gabungan keseimbangan antara belajar sambil bermain. Sedangkan quantum teaching adalah interaksi pembelajaran yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri. Oleh karena itu pengembangan kegiatan intra dan ekstra kurikuler harus mempertimbangkan petunjuk yang spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar sambil melakukan atau belajar sambil mengalami serta belajar sambil mencari pengalaman dengan kegiatan kerja langsung di lapangan. 
Disamping itu harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan yang menyangkut Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor, era informasi, pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral siswa, dan era degradasi budaya, serta pengaruh lingkungan belajar dan perkembangan pembelajaran yang dihubungkan antara potensi daerah kita dengan kemajuan daerah-daerah lain. (Red. Ridwan, MA)

Saturday, 14 February 2015

Beasiswa Afirmasi Magister dan Doktor



 Beasiswa Magister dan Doktor



Overview
Indonesia memiliki wilayah luas dengan karakteristik geografis dan sosiokultural yang heterogen. Oleh sebab itu, diperlukan kontribusi dari sumber daya berkualitas untuk menjadi katalisator perluasan dan percepatan pembangunan ekonomi negara ini.
Indonesia masih menghadapi masalah pembangunan yang belum merata di setiap wilayah. Salah satu sebabnya, sebaran SDM berpendidikan tinggi belum merata. Untuk memeratakan pembangunan, diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Perhatian khusus juga diberikan bagi putra-putri Indonesia yang telah berjasa mengharumkan nama bangsa dalam berbagai kompetisi ditingkat Internasional tetapi tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, LPDP mengeluarkan kebijakan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Afirmasi untuk kelompok masyarakat yang membutuhkan perlakuan khusus. Dengan adanya beasiswa afirmasi ini, diharapkan putra-putri terbaik dari kelompok masyarakat tersebut dapat mengikuti studi pada Program Magister atau Doktor dalam beberapa bidang keilmuan, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri.
. Sasaran
1)     Warga negara dari kelompok masyarakat yang berasal dari daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal):
A. daerah perbatasan; yaitu wilayah kabupaten/kota yang secara geografis dan demografis berbatasan langsung dengan negara tetangga dan/atau laut lepas. Kawasan perbatasan terdiri dari kawasan perbatasan darat dan laut, yang tersebar secara luas dengan tipologi yang beragam, mulai dari pedalaman hingga pulau-pulau kecil terdepan (terluar).


B. daerah tertinggal; yaitu daerah dengan pencapaian pembangunan yang rendah dan diperhitungkan memiliki indeks kemajuan pembangunan ekonomi dan sumberdaya manusia di bawah rata-rata indeks nasional.
(Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014).
2.  Kelompok masyarakat yang telah berjasa membawa nama Bangsa Indonesia dalam bidang Olimpiade Sains      dan Teknologi, olah raga dan seni/ budaya di tingkat Nasional/ Internasional

3. Persyaratan Pendaftar
1. Persyaratan Umum
   a. Warga negara Indonesia yang ditunjukkan dengan dokumen yang relevan;

   b. Lulus dari;

1) Perguruan Tinggi di dalam negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau           Perguruan Tinggi Kedinasan,

2) Perguruan Tinggi di luar negeri yang terdaftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian               Pendidikan dan Kebudayaan.

   c. Memilih program studi dan/atau perguruan tinggi yang disetujui oleh LPDP;

   d. Bersedia menyelesaikan studi maksimal 2 (dua) tahun/ sesuai masa studi yang berlaku untuk program                Magister dan maksimal 4 (empat) tahun/ sesuai masa studi yang berlaku untuk program Doktor. Kecuali            yang hanya memperoleh dana tambahan menyesuiakan sisa masa perkuliahan.

   e. Menandatangani Surat Pernyataan;

       1) tidak pernah terlibat tindakan melanggar hukum,

        2) tidak pernah terlibat dalam tindak pelanggaran kode etik akademik,

        3) tidak sedang atau akan menerima beasiswa dari sumber lain,

         4) sanggup menyelesaikan studi tepat waktu.
   f. Bersedia membuat dan mengirimkan laporan perkembangan studi setiap 3 (tiga) bulan sekali, selama masa          perkuliahan. 

  g. Menulis sebuah essay (500 sampai 700 kata) dengan judul “Apa yang akan Saya Lakukan untuk                         Daerah/Lembaga/Instansi/Profesi Saya Setelah Lulus”



2. Persyaratan Khusus
a. Kelompok Masyarakat Daerah Perbatasan dan Tertinggal
1) diutamakan bagi mereka yang menamatkan pendidikan dasar dan menengah di daerah asal yang dibuktikan       dengan ijazah;
2) sanggup mengabdi untuk kepentingan bangsa Indonesia, atau sanggup kembali mengabdi ke daerah asal;
3) mendapatkan Surat Izin dari atasan bagi yang sedang bekerja;
4) mendapatkan rekomendasi dari Perguruan Tinggi/ Pemda/ Tokoh Masyarakat/ Tokoh Agama/ Tokoh Adat;
5) sanggup mengikuti program persiapan selama maksimal 12 bulan bagi yang belum memenuhi persyaratan           minimal masuk perguruan tinggi tujuan;
6) apabila tidak memenuhi persyaratan untuk studi ke Perguruan Tinggi luar negeri bersedia ditempatkan di             Perguruan Tinggi dalam negeri yang direkomendasikan LPDP;
7) bersedia dikembalikan ke daerah asal apabila peserta dinyatakan gagal menyelesaikan studi;
8) Usia maksimum bagi pelamar beasiswa pada saat penutupan pendaftaran adalah 40 (empat puluh) tahun           untuk program Magister, dan 45 tahun untuk program Doktor.
9) Memenuhi persyaratah akademik sebagaimana berikut:

(1) Program Magister:
(a) Sedang aktif menyelesaikan program Sarjana/ Sarjana Terapan dan telah menyelesaikan sekurang-                    kurangnya 120 SKS dalam masa studi maksimal tahun ke-4 atau telah lulus Sarjana/ Sarjana Terapan;
(b) Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 2,75 pada skala 4,00 atau yang sederajat pada skala            lainnya;
(c) Memiliki kemampuan bahasa Inggris dasar yang ditunjukkan dengan sertifikat kursus Bahasa Inggris atau          hasil tes Bahasa Inggris.

(2) Program Doktor:
(a) Telah menyelesaikan program Magister/ Magister terapan; 
(b) Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 2,85 pada skala 4,00 atau yang sederajat pada skala            lainnya;
(c) Memiliki kemampuan bahasa Inggris dasar yang ditunjukkan dengan sertifikat kursus Bahasa Inggris atau          hasil tes Bahasa Inggris.
(d) Menyerahkan ringkasan proposal penelitian.

b. Putra-putri yang berjasa mengharumkan nama baik bangsa Indonesia.
1) Sanggup mengabdi untuk kepentingan bangsa dan Negara Indonesia;
2) Mendapatkan Surat Izin dari atasan bagi yang sedang bekerja;
3) Menunjukkan bukti prestasi/jasa yang mengharumkan nama baik bangsa Indonesia sesuai bidangnya;
4) Usia maksimum bagi pelamar beasiswa pada saat penutupan pendaftaran adalah 40 (empat puluh) tahun           untuk proggam Magister, dan 45 tahun duntuk program Doktor;
5) Memenuhi persyaratan akademik sebagaimana berikut:
a) Program Magister:
(1) Telah menyelesaikan program Sarjana/ Sarjana Terapan; 
(2) Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 2,75 pada skala 4 atau yang sederajat pada skala lainnya;
(3) Menulis rencana studi bagi program Magister, yaitu menulis jadwal sementara rencana perkuliahan dan             jumlah SKS yang akan diambil setiap semester, dari semester pertama hingga selesai serta rencana tesis         (maksimal 500 – 700 kata);
(4) Memiliki kemampuan penguasaan bahasa Inggris, yang ditunjukan dengan dokumen TOEFL atau yang              setara, dengan skor sekurang-kurangnya:
(a) TOEFL ITP minimal 500 atau yang setara untuk studi di perguruan tinggi dalam negeri;
(b) Untuk studi program magister di luar negeri, skor minimal: TOEFL IBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750.
(c) Butir a) dan b) dikecualikan bagi mereka yang menyelesaikan pendidikan tinggi dari negara: Amerika Serikat,   Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru atau Kanada. Duplikat ijasah digunakan sebagai pengganti                   persyaratan TOEFL, dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijasah diterbitkan. 
(d) Untuk studi program magister di luar negeri pada perguruan tinggi yang bahasa pengantar akademiknya non      Inggris, dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku (daftar persyaratan              kompetensi bahasa asing selain Bahasa Inggris terlampir).

b) Program Doktor
(1) Telah menyelesaikan program Magister/ Magister terapan; 
(2) Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 2,85 pada skala 4 atau yang sederajat pada skala lainnya;
(3) Menyerahkan ringkasan proposal penelitian;
(4) Memiliki kemampuan penguasaan bahasa Inggris, yang ditunjukan dengan dokumen TOEFL atau yang              setara, dengan skor sekurang-kurangnya:
   (a) Untuk studi program doktor di dalam negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™                           6,0/TOEIC®        600,
   (b) Untuk studi program doktor di luar negeri, skor minimal: TOEFL iBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750,
   (c) Butir a) dan b) dikecualikan bagi mereka yang menyelesaikan pendidikan tinggi dari negara: Amerika                   serikat, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru atau Kanada. Duplikat ijasah digunakan sebagai                     pengganti persyaratan TOEFL, dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijasah diterbitkan,
(d) Untuk studi program magister di luar negeri pada perguruan tinggi yang bahasa pengantar 

akademiknya non Inggris, dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku (daftar persyaratan minimal kompetensi bahasa asing selain Bahasa Inggris terlampir).

4. Waktu dan Cara Pendaftaran
                                                      PENDAFTARAN ONLINE di sini

1. Waktu Pendaftaran
  Pendaftaran BPI Program Afirmasi LPDP program Magister dan Doktor dibuka sepanjang tahun, dengan             proses seleksi yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan jumlah pendaftar.
2. Cara Pendaftaran
     Pendaftaran calon peserta dapat dilakukan melalui cara:
a. Mendaftarkan diri dengan mengisi formulir dan mengirimkan berkas pendaftaran ke LPDP dengan alamat            Gedung A.A Maramis II Lantai 2, Jalan Lapangan Banteng Timur No.1 Jakarta Pusat 10710, atau melalui            email lpdp.afirmasi@kemenkeu.go.id;
b. LPDP mengundang calon peserta yang dianggap memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri dan                mengikuti seleksi sebagai calon penerima Program Beasiswa Pendidikan Indonesia Jalur Afirmasi melalui    kerjasama perguruan tinggi/ Perwakilan Indonesia di Luar Negeri/Pemerintah                                    Daerah/Kementerian/Lembaga/lembaga sosial kemasyarakatan;
c. Segala bentuk pertanyaan mengenai BPI Program Afirmasi dapat disampaikan melalui email cso.lpdp@kemenkeu.go.id atau pun melalui telepon di nomor  (021)3846474.


 sumber :  LPDP ( LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN )