Total Pageviews

Monday, 16 February 2015

Magic Circle, Mengubah Pembelajaran IPS Menjadi Luar Biasa


Magic Circle, Mengubah Pembelajaran IPS Menjadi Luar Biasa

Andi Fadllan, UIN Walisongo Semarang

Magic Circle, Mengubah Pembelajaran IPS Menjadi Luar Biasa
Guru sedang memberikan penguatan dan membuat kesimpulan bersama siswa.
SEMARANG, JAWA TENGAH – Pembelajaran IPS biasanya dilakukan dengan ala kadarnya, minim media, dan tidak ada variasi dalam strategi pembelajaran. Guru lebih mendorong siswa untuk menghafal materi yang sangat banyak sehingga kreativitas siswa tidak berkembang. Namun, kondisi tersebut tidak lagi terlihat dalam pembelajaran IPS di MTs Negeri 2 Semarang yang saya dampingi. Pembelajaran IPS oleh Siti Aminah SPd memunculkan suasana baru yang berbeda dari biasanya, bahkan dapat dikatakan luar biasa.
Pada awal pembelajaran, Bu Aminah menyampaikan apersepsi dan motivasi melalui penayangan gambar-gambar kegiatan ekonomi penduduk di pedesaan dan perkotaan. Siswa diajak untuk memahami kegiatan-kegiatan ekonomi tersebut secara singkat. Guru juga meminta siswa untuk memberikan contoh kegiatan ekonomi lain di daerah tempat tinggalnya. Beberapa siswa berhasil memberikan contoh kegiatan ekonomi seperti jual beli ikan dan hasil laut. Hal ini ternyata tidak lepas dari lingkungan keseharian mereka yang mayoritas hidup di daerah pantai.
Langkah berikutnya, Bu Aminah memberikan tugas kepada siswa untuk mendiskusikan jenis-jenis kegiatan ekonomi penduduk dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Siswa dibagi ke dalam delapan kelompok dengan anggota kelompok 3-4 orang. Tempat duduk ditata sedemikian rupa hingga memungkinkan seluruh anggota kelompok dapat saling berdiskusi dengan mudah.
Posisi tempat duduk siswa saat berkelompok.

Masing-masing kelompok memperoleh tugas untuk mendiskusikan jenis-jenis kegiatan ekonomi penduduk dengan pembagian materi kegiatan ekonomi pertanian (kelompok 1), perikanan (kelompok 2), perdagangan (3), peternakan (4), kehutanan (kelompok 5), pariwisata (kelompok 6), pertambangan (kelompok 7), dan perdagangan dan jasa (kelompok 8). Guna membantu siswa dalam kegiatan diskusi, Bu Aminah memberikan lembar kegiatan siswa (LKS) kepada masing-masing kelompok.
Salah satu kelompok bekerjasama mengerjakan tugas.

Hasil diskusi kelompok kemudian dipresentasikan di depan kelas secara bergantian oleh perwakilan kelompok. Agar lebih menarik, Bu Aminah menggunakan magic circle. Media pembelajaran ini berupa spin roda yang terbuat dari gabus stirofom atau kertas kardus bekas. Magic circle dilengkapi dengan gambar dan tulisan berbagai jenis kegiatan ekonomi yang dipelajari. Dalam penerapannya, Bu Aminah secara acak meminta salah satu siswa memutar magic circle untuk menentukan kelompok yang akan mempresentasikan hasil diskusinya. Jika jarum magic circle menunjuk materi yang telah dipresentasikan, siswa harus memutar kembali magic circle agar diperoleh materi yang belum dipresentasikan. Begitu seterusnya.
Salah seorang siswa sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.

Setelah siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, Bu Aminah memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya atau memberikan tanggapan sehingga terjadi diskusi klasikal dengan Bu Aminah sebagai moderatornya. Di akhir pembelajaran, ia memberikan penguatan hasil diskusi kelompok menggunakan magic circle. Pertanyaan-pertanyaan dan tanggapan siswa yang belum terpecahkan dalam diskusi klasikal diberikan penguatan oleh Bu Aminah sekaligus sebagai bahan penarikan kesimpulan bersama.

No comments:

Post a Comment

Apapun tanggapan anda silahkan tinggalkan pesan, kritik dan saran