Jakarta,
Kemendikbud --- Meningkatkan
kesejahteraan guru memang penting. Namun yang tidak boleh ditinggalkan adalah
kesejahteraan harus diikuti dengan kualitas guru. Seorang guru tidak boleh
berhenti belajar karena ilmu berkembang dengan sangat cepat mendahului
zamannya. Selain harus mengajar dengan cara yang baik dan menyenangkan, guru
juga harus menjadi pembelajar yang baik pula.
Demikian diungkapkan Wakil
Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam sambutan puncak peringatan Hari Guru
Nasional 2014 yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (27/11).
Wapres menambahkan, apabila kesejahteraan naik, maka mutu guru juga harus ikut
naik. “Tidak ada kesejahteraan di manapun diraih dengan cuma-cuma. Harus dengan
usaha keras secara bersama-sama,” kata Wapres.
Setiap tahun pemerintah
berusaha meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Mutu sangat
tergantung pada tiga hal, yaitu bangunan fisik yang memadai, mutu guru yang
baik, dan metode kurikulum yang tepat.
“Semuanya harus berjalan
secara bersamaan agar dapat membangun pendidikan yang berkualitas. Guru yang
baik tanpa sekolah yang baik, tentu sulit memberikan pendidikan yang baik pula.
Demikian pula jika bangunan sekolah sangat baik, tetapi gurunya tidak bermutu,
tentu juga tidak bisa membangun negara yang baik. Itulah harapan kita semua.
Kita harus membangun negara ini bersama-sama,” jelas Wapres.
Dalam bidang pembangunan
Indonesia, tidak ada sektor yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang
harus mengalokasikan 20 persen anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)
kecuali bidang pendidikan. “Kesehatan tidak, pertahanan tidak, pertanian tidak.
Padahal semuanya penting. Undang-undang kita mengharuskan anggarana pendidikan
terus naik. Biaya pegawai boleh turun, tetapi pendidikan harus naik. Itulah hal
mendasar bagaimana negara melihat ini dalam kerangka kemajuan bersama,” jelas
Wapres.
Lebih lanjut Wapres
mengingatkan, agar guru dapat lebih berperan dalam meningkatkan kemajuan bangsa
ini, maka ia harus menjadi guru yang belajar terus menerus. Misalnya dengan
rajin mengikuti penataran dan banyak membaca dari berbagai sumber. Menurut
Wapres, banyak halangan menghadang, tetapi jika seluruh komponen bangsa memiliki
semangat yang sama, halangan itu dapat diatasi.
“Jangan melihat bangsa ini
dari sisi kesulitannya, tetapi dari sisi kelebihannya. Kita jangan melihat
masih banyak di antara kita yang hidup sederhana. Kita harus melihat bahwa
memiliki hidup yang baik itu tergantung upaya kita sendiri memajukan bidang
kita masing-masing. Terima kasih atas jasa guru. Pahlawan kita semua untuk
menjadikan bangsa ini lebih besar dan lebih maju lagi,” kata Wapres. (Ratih Anbarini)


