Menumbuhkan Minat Baca dengan Pustaka Kelas
Para siswa dengan tekun membaca di dalam kelas, menunggu kehadiran guru.
Pagi itu, udara dingin yang menyelimuti dataran tinggi Gayo tidak memudarkan semangat siswa MTs Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Jam pelajaran belum berlangsung, tetapi siswa sudah mulai berada di kelas sambil membaca dan menunggu sang guru. Beberapa anak mengambil buku di atas rak buku yang terletak pada bagian belakang di dalam kelas, sementara siswa lainnya sudah mulai membaca di meja masing-masing. Kedisiplinan tersebut tercipta dari kebiasaan sehingga membiasakan siswa membaca. Kepala MTs Simpang Tiga, Masdi S.Pd yang juga fasilitator daerah (Fasda) USAID PRIORITAS, menjelaskan bahwa dengan membentuk pustaka kelas beberapa bulan lalu, maka minat baca siswa di Madrasah tersebut mulai tumbuh, “Dari amatan kami, pustaka yang kita sediakan pada setiap kelas telah meningkatkan minat membaca kepada siswa, selain itu akses ke buku juga dekat,” jelas pak Masdi.
Ternyata tidak hanya pustaka kelas, di dalam kelas juga tersedia 2 perangkat komputer dan printer, “Komputer dan printer yang kami sediakan di kelas adalah untuk mendukung ketersediaan buku cetak yang terbatas. Di dalam komputer, telah kami simpan buku digital dan bahan-bahan pembelajaran lainnya, dengan mudah siswa bisa mencari dan mencetak bahan belajar jika mereka butuhkan,” jelas pak Masdi lagi. Para siswapun merasa senang dengan adanya pustaka kelas tersebut, “Kami bisa memanfaatkan waktu dengan membaca dan belajar sendiri jika guru berhalangan atau terlambat masuk kelas. Selain itu, dengan adanya buku, komputer dan printer di kelas, kami dapat membaca, melihat dan mencetak berbagai bahan pembelajaran,” ungkap Nia Simeherti, siswi kelas 3.
Senada dengan Nia, Rezeki Riyah Putri menimpali tentang kekurangan buku di pustaka kelasnya. “Pustaka kelas sangat bermanfaat bagi kami, tetapi perlu adanya penambahan jumlah dan ragam buku untuk menambah referensi kami,” jelas Rezeki.
Menanggapi hal tersebut, Kepala MTs Simpang Tiga mengakui kekurangan buku dan berharap secara bertahap akan terpenuhi, oleh karena itu salah satu alternatifnya ialah menyediakan pustaka digital di dalam kelas. Pak Masdi juga terus berupaya untuk kemajuan madrasahnya, salah satunya dengan menyediaan proyektor di setiap ruangan belajar sehingga siswa dapat belajar dengan berbasis IT dan perencanaan bekerjasama dengan penyedia layanan komunikasi untuk dapat digunakan oleh orang tua dalam mengawasi anaknya, “Kami sedang merancang agar orang tua mudah mengawasi anaknya dengan cara menggunakan handphone. Misalnya jika orang tua ingin mengetahui kehadiran dan nilai ujian anak, maka bisa menghubungi nomer layanan yang sudah ditetapkan oleh layanan seluler,” jelas pak Masdi.
No comments:
Post a Comment
Apapun tanggapan anda silahkan tinggalkan pesan, kritik dan saran