Hasil Penelitian Buktikan; Prestasi Belajar Siswa Penggila Situs Jejaring Sosial?
Hasil penelitian membuktikan bahawa satu
diantara sepuluh siswa pengguna situs jejaring sosial tidak menggangu prestasi
belajar, karena digunakan dengan lebih baik dan sesuai dengan aturan, sehingga
motivasi belajar siswa tetap terjaga dan prestasi belajar mereka tetap aman.
Pengunaan waktu belajar siswa yang
bukan pengguna situs jejaring sosial 41,67% lebih banyak dibandingkan dengan waktu
belajar yang digunakan siswa pengguna situs jejaring sosial. Siswa yang tidak
menggunakan situs jejaring sosial meluangkan lebih banyak waktu untuk belajar,
dan memang memiliki waktu belajar yang lebih panjang dibandingkan dengan
teman-temannya yang sibuk dengan jejaring sosial.
Minat belajar siswa yang bukan
pengguna situs jejaring sosial 22,5 % lebih tinggi dibandingkan dengan minat
belajar siswa yang aktif menggunakan situs jejaring sosial. Satu diantara
pengguna situs yang aktif tidak percaya bahwa menghabiskan banyak waktu di
situs jejaring sosial bisa mempengaruhi minat belajar dan prestasi akademiknya.
Perbandingan prestasi siswa yang terbiasa mengakses jejaring sosial pada semester genap hanya memiliki tingkat pencapaian nilai rata-rata 71,59. Nilai rata-rata ini telah mengalami penurunan 1,06 atau 1,46% dibandingkan dengan capaian nilai semester ganjil 72,65. Sedangkan siswa yang tidak memiliki kecanduan mengakses jejaring sosial mereka dapat meraih nilai rata-rata semakin lebih tinggi yaitu 77,23. Nilai rata-rata ini mengalami kenaikan 1,15 atau 1,49% dibandingkan daya capai nilai sembilan mata pelajaran semester ganjil yaitu 76,08. Selisih nilai rata-rata siswa pengguna situs jejaring sosial pada semester ganap ini semakin jauh mencapai 5,65 atau 7,32% dibandingkan selisih nilai semester ganjil 3,44 atau 4,52%.
Perbedaan hasil belajar antara siswa pengguna
jejaring sosial dengan siswa yang tidak menggunakan jejaring sosial secara
signifikan memiliki nilai lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang tidak
menggunakan jejaring sosial. Siswa yang terbiasa mengakses jejaring sosial
hanya memiliki tingkat pencapaian nilai rata-rata 71,59. Nilai rata-rata ini
telah mengalami penurunan 1,06 atau 1,46% dibandingkan dengan capaian nilai
semester ganjil 72,65. Sedangkan siswa yang tidak memiliki kecanduan mengakses
jejaring sosial mereka dapat meraih nilai rata-rata semakin lebih tinggi yaitu
77,23. Nilai rata-rata ini mengalami kenaikan 1,15 atau 1,49% dibandingkan daya
capai nilai sembilan mata pelajaran semester ganjil yaitu 76,08. Selisih nilai
rata-rata siswa pengguna situs jejaring sosial pada semester ganap ini semakin
jauh mencapai 5,65 atau 7,32% dibandingkan selisih nilai semester ganjil 3,44
atau 4,52%.
Guru, tokoh masyarakat dan orang tua
mempunyai andil besar dalam meminimalisir dampak negatif dari jejaring sosial
dengan cara memberikan pengarahan serta batasan agar anak dapat membagi waktun
belajarya, dan menanamkan kesadaran jangan coba-coba diluar batasan. Internet akan memberikan manfaat untuk siswa atau dampak negatif, tergantung pada diri
siswa penggunanya.
Memanfaatkan
segala teknologi yang ada termasuk internet untuk menunjang kemajuan belajar, karena kemajuan
suatu bangsa ditentukan oleh tingkat kualitas pendidikan. Suatu teknologi akan
mengakibatkan apa saja itu semua tergantung pada diri kita masing-masing.
Jangan mempergunakan internet untuk sesuatu yang dapat merugikan orang lain,
atau dapat menimbulkan suatu masalah. Manfaatkanlah internet sebagai media
pembelajaran dalam rangka menuju masa depan yang cerah dengan pengetahuan yang
luas dan kritis.
Guru, orang tua dan masyarakat harus proaktif
siaga dan senantiasa mengawasi dan membimbing remaja untuk meminimalisir dampak
negatif dari jejaring sosial dengan cara memberikan pengarahan serta batasan-batasan
agar mereka dapat membagi waktu belajarnya, dan di kalangan siswa harus
memiliki kesadaran sendiri untuk menghindari coba-coba dari penasaran negatif.
No comments:
Post a Comment
Apapun tanggapan anda silahkan tinggalkan pesan, kritik dan saran